Kedatangan buah hati merupakan saat yang paling dinanti-nanti oleh pasangan suami-istri, terutama kelahiran anak pertama terlebih cucu pertama. Dimana bukan hanya suami / istri yang akan menerima kebahagiaan tetapi juga kakek / nenek sang buah hati. Akan tetapi apa sajakah yang perlu disiapkan saat dalam proses kehamilan?
Berikut sedikit ringkasan tentang pengalaman penulis tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang persalinan dari saat kehamilan sang istri:
1. Tabungan
Merupakan aspek paling penting yang perlu dipersiapkan saat proses kehamilan bahkan sebelumnya. Umumnya banyak biaya yang nantinya digunakan saat proses kehamilan, persalinan dan setelahnya bahkan untuk biaya yang tak terduga. Kita ambil contoh saat proses kehamilan, biaya yang untuk periksa ke dokter / bidan secara rutin tiap bulan. Saat menuju kelahiran, perlu dipersiapkan perlengkapan bayi dan biaya untuk persalinan. Setelah kelahiran seperti persiapan untuk Aqiqah dan sebagainya. Maka dari itu, persiapan secara finansial harus dipersiapkan semampunya, jangan berlebihan dan jangan dijadikan sebagai beban pikiran.
2. Nama Bayi
Selama proses kehamilan anda dan pasangan anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk menentukan nama yang kelak akan dipakai oleh sang buah hati. Seringkali pasangan kebingungan menentukan nama, dan juga kadang berselisih pendapat soal nama untuk anak.
Hal itu merupakan perihal yang wajar dari rumah tangga, yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan nama yang baik untuk lelaki dan perempuan untuk calon bayi yang akan lahir. Karena ada kalanya hasil USG tidak menampakkan hasil kelamin sang calon bayi. Berikanlah nama yang baik untuk anak anda, dan jangan memaksakan harus memakai nama ini dan itu di dalamnya sehingga jika digabungkan keseluruhan nama calon bayi malah terkesan rancu.
3. Kondisi Sang Calon Ibu
Kondisi sang calon ibu harus dijaga baik mental maupun fisik, jangan dibuat terlalu lelah secara fisik ataupun jangan sampai terbebani secara mental. Sebagai contoh bantulah pekerjaan rumah tangga sang istri dikala senggang dan jangan menunjukkan sesuatu yang membuat kesal istri, misalkan sepulang kerja suami langsung berkutat dengan hobi atau melanjutkan pekerjaannya dirumah. Ada baiknya setelah pulang bekerja beristirahatlah sejenak dan ajak istri mengobrol santai sejenak sambil menikmati cemilan atau minuman buatan sang istri.
4. Komunikasi dengan Orang Tua & Mertua
Selalu jaga komunikasi dengan orang tua / mertua, di daerah Timur (daerah Asia) ada pepatah yang mengatakan menikah bukan berarti menikahi sang calon suami / istri saja, tetapi juga menikahi keluarganya. Walaupun anda sudah menikah dan mencoba untuk mandiri tetapi anak tetaplah anak di mata orang tua, berikanlah kabar tentang perkembangan calon bayi anda kepada orang tua dan jaga tetap jaga komunikasi. Nantinya ada suatu titik ketika merawat sang anak, anda nantinya akan lebih menyayangi orang tua anda melalui anak tersebut.
5. Perlengkapan dan Pakaian Bayi
Hal ini adalah yang terakhir yang perlu di persiapkan, jangan terburu-buru membeli perlengkapan bayi di awal-awal proses kehamilan. Mulailah mencari pakaian dan perlengkapan bayi setelah memasuki usia kehamilan 8 bulanan, itupun hanya secukupnya.
Pakaian bayi yang diperlukan umumnya adalah:
- Gurita
- Celana bayi
- Baju bayi
- Popok ukuran NB (newborn)
Daftar perlengkapan bayi antara lain:
- Kain bedong
- Perlak Bayi
- Minyak Telon (kalau bisa yang anti nyamuk)
- Perlengkapan Bedak bayi
- Sabun & shampo untuk bayi
- Kapas
- Tisu
- Ember kecil untuk tempat air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar